MULOK “Memorama”

Pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 yang menimpa kota Palu dan sekitarnya berbagai polemik sosial bermunculan. Sarana infrastruktur kesenian rusak, fasilitas publik, hingga kegiatan belajar-mengajar. Hal ini berpengaruh besar terhadap perkembangan kesenian yang sebelumnya tumbuh subur di kota Palu kini harus memulai semuanya dengan banyak keterbatasan.

Berangkat dari kondisi di atas Forum Sudut Pandang yang lahir dan berbasis di Kota Palu, mengambil peran dalam proses pemulihan pasca bencana melalui program-program kesenian dan kebudayaan salah satunya dengan membuat satu album musik kompilasi dengan tajuk “Memorama”, berisikan 6 buah lagu yang dikumpulkan dari kelompok musik lintas genre asal kota Palu antara lain; Badass Monkey, The Hauler, Pakis Dan Markisa,Cosmogony, Sejuk Sendu, dan Latter Smil.

Proyek ini digarap sejak medio Agustus 2019 dan ditargetkan rampung pada Oktober 2019 kemudian akan didengarkan kepada khalayak umum untuk pertama kalinya dalam bentuk showcase musik “Merayakan Memorama” menampilkan ke-6 band pengisi album “Memorama” yang juga dirangkaikan dengan peluncuran buku “Yang Kitorang Rasakan Waktu Gempa” sebuah buku kolase cerita dan ilustrasi dari pengalaman 423 anak yang berhasil selamat dari bencana alam 28 September 2018 dari daerah; Mamboro, Komodo, Loru, Sidera, Tipo, Tavaili, Rogo, dan Lolu. Cerita dan ilustrasi ini coba kami kumpulkan melalui program bermain sambil belajar pada masa tanggap darurat sejak bulan September-Desember 2018. Proyek ini diharapkan bisa menjadi arsip cerita dan visual yang akan disebarkan sebagai pengetahuan tentang sejarah kebencanaan di masa depan. Buku ini kami dedikasikan untuk sahabat-sahabat kecil kami yang tangguh di tenda pengungsian dan untuk saudara-saudari kami yang telah berpulang dengan tenang.

Merayakan Memorama diinisiasi oleh Forum Sudut Pandang dan Lifepatch (Jogja) dan dihelat di Gedung Auditorium RRI SULTENG pada 28 September 2019 bertepatan setahun bencana yang menimpa kota Palu dan sekitarnya. Selain pertunjukan musik dan peluncuran buku, Merayakan Memorama juga mengajak beberapa pegiat seni dan literasi untuk membaca narasi refleksi bencana dari sudut pandang mereka. Dalam kesempatan itu juga pengunjung dapat melakukan pre-order album “Memora” yang akan dirilis beberapa waktu kedepan.