Pemutaran Dan Diskusi Film Jalan Pulang

 

Sekitar pukul 16.00 WITA pada Minggu, 27 Mei 2018 Klub Penonton untuk pertama kalinya menyelenggarakan pemutaran serta diskusi film sejak terbentuk pada Maret 2018. Yaitu film Jalan Pulang yang diproduksi oleh Komunitas Rumah Katu Poso. Diskusi ini juga dihadiri langsung oleh sutradara filmnya yakni Arifuddin Lako serta beberapa kru film yang menyempatkan datang jauh-jauh dari kota Poso ke Palu. Beberapa mahasiswa dan pegiat film pun hadir untuk mewarnai diskusi, seperti Yusuf Radjamuda atau yang akrab disapa Papa Al dan beberapa cineas kota Palu. Diskusi seusai pemutaran film di moderatori oleh Rahmadiyah Tria Gayatri dari Forum Sudut Pandang. Ada beberapa poin menarik untuk dibahas dan diskusikan yang muncul dalam film ini misalnya, toleransi dalam kehidupan beragama, reintegrasi sosial atau pemasyarakatan mantan teroris, serta bagaimana sikap dan pandangan masyarakat terhadap mantan teroris. Suasana diskusi pun sangat seru karena hadirnya beberapa pertanyaan terkait terorisme.

Film ini mengisahkan seorang tahanan kasus pemboman bernama Ahmad di Poso. Setelah bebas, ia memulai hidup baru. Tetapi stigma “Teroris” masyarakat kepada dirinya masih tetap melekat. Ahmad mencoba bertahan dan berjuang dengan pekerjaan seadanya. Ketika hampir menyerah dengan keadaan, sahabat lamanya datang dan menawarkan pekerjaan. Ahmad juga bertemu dengan mantan musuhnya saat konflik di Poso dulu. Begitulah beberapa bocoran sinopsis film yang berdurasi 40 menit ini. Sebelumnya film telah menjalani pemutaran di berbagai macam tempat. Jalan Pulang adalah sebuah media bagi sang Sutradara yang notabene adalah seorang eks teroris untuk menyampaikan pesan bahwa eks narapidana teror membutuhkan penerimaan masyarakat, agar tak kembali ke jalan yang salah sebab narapidana teror punya peluang besar menjadi teroris kambuhan karena tekanan sosial-ekonomi. Bagi Arifuddin, semua itu masa lalu. Kini ia bergiat di sebuah lembaga swadaya masyarakat binadamai, Rumah Katu di Poso. – (Ipantcuy)