Pemutaran Dan Diskusi Film Bersama Bani Nasution Dan Loeloe Hendra

 

Bertempat di Forum Sudutpandang Rabu, 25 Juli 2018 pada jam 20.00 WITA program pemutaran film yang di inisiasi Klub Penonton hadir lagi dengan empat film pendek; Ilalang Ingin Hilang Waktu Siang dan Onomastika (Sutradara: Loeloe Hendra), Neutrale Strasse dan Sepanjang Jalan Satu Arah (Sutradara: Bani Nasution).

1.Onomastika

Film ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki di pedalaman Kutaikartanegara yang tidak memiliki sebuah nama identitas. Si anak laki-laki tanpa nama ini tinggal bersama seorang kakeknya yang justru berbanding terbalik memiliki banyak nama samaran. Ironisnya sang kakek akhirnya meninggalkan si anak laki-laki itu dan memintanya untuk mencari sendiri siapa  namanya. Film berdurasi 15 menit ini telah di putar di beberapa festival film dalam maupun luar negeri dan telah memenangkan penghargaan Piala Citra di FFI 2014.

2.Ilalang Ingin Ilang Waktu Siang

Film ini bercerita tentang krisis yang terjadi pada tahun 1998. Bagaimana seorang nenek penjaga kuburan dan cucu yang ditinggal bapaknya. Mereka harus bertahan untuk hidup sehari-hari namun kemiskinan yang diderita nenek dan Ilalang harus dibalut kepercayaan mistis membuat nenek pergi kedukun untuk mengandakan uang, dan Ilalang dengan patuh mengikuti perintah nenek untuk mencari demit dimalam hari sebelum tidur guna meminta kebutuhan hidup sehari-hari.

3.Sepanjang Satu Arah

Film ini menceritakan satu episode kecil pada saat pemilihan kepada daerah, dimana salah satu calon adalah non muslim. Fokus ceritanya pada satu keluarga, keluarga ini adalah keluarga aktifis semua organisasi keislaman. Yang otomatis dalam pemilihan kepala daerah mereka mendukung penuh calon kepala daerah yang beragama islam. Sang ibu setiap acara pertemuan dengan ibu-ibu selalu mengingatkan untuk memilih calon kepala daerah yang beragama islam dan yang paling sering ia ingatkan kepada sang anak yaitu Bani, karena Bani adalah tipe anak muda jaman sekarang yang mazhabnya agak berbau golongan putih. Merupakan film pendek dokumenter yang pemain filmnya sang sutradaranya sendiri. Bani Nasution menempatkan dirinya sebagai sutradara sekaligus subjek bersama dengan ibunya. Ketika politik, agama, dan keluarga bertemu, perlu sebuah keberanian untuk menarik garis batas yang jelas.

4.Neutrale Strasse

Sebuah film berdurasi 16 menit yang menceritakan tentang suatu wilayah perkampungan yang berada di perbatasan jerman dan prancis yang berbukit dan mempunyai sejarah sebagai zona perang. Bani Nasution merekam sebuah desa yang hampir semua bangunannya tutup kecuali untuk pemilihan umum presiden Prancis dan pesta perkawinan pasangan Jerman.

Setelah film selesai diputar kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh Ayustina dari Forum Sudut Pandang, dengan 2 orang narasumber sutradara dari keempat film yang telah diputar. Р(Ipantcuy)